ASN merupakan impian banyak orang dalam kehidupan. Impian yang menjadi penanda akan niat melayani masyarakat Indonesia. Jumlah masyarakat yang banyak dengan kompleksitas permasalahan membutuhkan banyak pihak dan teknologi. “Adaptasi terhadap teknologi bukan hanya keinginan namun kebutuhan penyelenggaraan pemerintahan dan gotong royong adalah cara efektif agar setiap kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi” ungkap Sarjayadi.
Perspektif positif ASN sebagai birokrat dibutuhkan dalam pelayanan dalam pengabdian. Sarjayadi mengingatkan pelayanan bukan hanya proses mekanis namun membutuhkan sisi kemanusian dan integritas dibutuhkan ASN untuk menjamin kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan yang diberikan. Sarjayadi berpesan “pelayanan yang manusiawi dan integritas dalam pelayanan tidak didapat secara instan, melainkan butuh pembelajaran yang berlangsung sepanjang karir. Maka semangat ASN untuk terus belajar mutlak dimiliki”. Perspektif yang positif akan membawa ASN bukan hanya melaksanakan tugas sebagai kewajiban namun menjadikan tugas sebagai sarana melakukan kebaikan..
Upaya menerapkan nilai dasar dan identitas seperti diungkap Kepala BBPKA-PDN I dilaporkan sebelumnya oleh Ketua Tim Pengembangan Kompetensi BBPKA-PDN I, Defrimen melalui pembelajaran 4 agenda yaitu; agenda sikap perilaku bela negara, agenda nilai–nilai dasar PNS, agenda kedudukan dan peran PNS dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia dan agenda habituasi. Bobot pelatihan adalah 74 hari pelatihan atau setara 647 Jam pelajaran (JP).
