Kepala BPSDM Kemendagri yang diwakili oleh Kepala Bagian Tata Usaha BBPKA-PDN I, Shohibul Azmi Riva'i, menyampaikan bahwa profesi bendahara merupakan pekerjaan mulia yang menuntut kepatuhan mutlak terhadap aturan sebagai bagian dari keterampilan teknis mengelola keuangan negara. Di sisi lain, pelaksanaan pelatihan dasar ini dirancang untuk membentuk karakter core values ASN yang menjadi keterampilan lunak (soft skill) krusial bagi setiap aparatur. Peserta diminta untuk selalu aktif dalam setiap sesi pembelajaran agar proses transfer ilmu menjadi lebih hidup serta mampu menciptakan pertukaran pengetahuan dan afeksi yang mendalam selama masa diklat.
Dalam arahannya, Shohibul Azmi Riva'i juga memberikan pesan khusus terkait ekosistem pembelajaran yang terintegrasi selama masa pelatihan di Bukittinggi. "Interaksi pembelajaran bukan hanya terjadi dalam kelas, namun juga di dalam asrama, sehingga membutuhkan interaksi positif yang kuat antara peserta pelatihan teknis dan peserta pelatihan dasar," ujarnya. Kolaborasi dan komunikasi aktif di lingkungan asrama ini diharapkan dapat membangun relasi yang solid dan memicu kedisiplinan tinggi di antara sesama abdi negara.
Sebagai poin utama, beliau menekankan bahwa keikutsertaan dalam pelatihan ini jangan hanya dipandang sebagai pemenuhan kewajiban administratif semata. Pelatihan ini merupakan investasi dan upaya strategis bagi setiap aparatur untuk meningkatkan kapasitas diri agar tetap optimal dalam melaksanakan kinerja organisasi. Melalui penguatan kompetensi teknis dan karakter ini, para peserta diharapkan dapat membawa perubahan positif dan akuntabilitas yang lebih baik di instansi mereka masing-masing.
