Print this page

Menuju 'Talenta Bintang', Kepala BPSDM Kemendagri Buka Latsar CPNS Angkatan XXV - XXVIII

By
Rate this item
(0 votes)

(press release)BUKITTINGGI – Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Dalam Negeri, Sugeng Hariyono, secara resmi membuka Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Angkatan XXV sampai XXVIII di Balai Besar Pengembangan Kompetensi Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri I, Bukittinggi, pada Senin (20/7/2026). Dalam prosesi pembukaan tersebut, Kepala Balai Besar Pengembangan Kompetensi Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri I, Sarjayadi, menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan yang menegaskan bahwa tujuan utama pelatihan ini adalah untuk menginternalisasi dan menerapkan nilai-nilai dasar Aparatur Sipil Negara (ASN). Penerapan nilai dasar tersebut dicapai melalui pembelajaran empat agenda utama, yaitu agenda sikap perilaku bela negara, agenda nilai-nilai dasar PNS, agenda kedudukan dan peran PNS dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta agenda habituasi, yang seluruhnya ditempuh dalam bobot pelatihan selama 74 hari pelatihan atau setara dengan 647 Jam Pelajaran (JP)..

Dalam amanatnya, Sugeng Hariyono menekankan bahwa setiap Pegawai Negeri Sipil (PNS) wajib memegang teguh fungsi dan tugasnya, termasuk kesiapan mutlak untuk ditempatkan di mana saja di seluruh wilayah Indonesia. Beliau juga menginstruksikan para peserta agar kelak menunjukkan kinerja yang terstruktur serta selalu berpedoman pada dokumen perencanaan dan penganggaran, baik pada level pusat maupun daerah. Sugeng memberikan contoh konkret bahwa upaya peningkatan investasi daerah yang berkinerja tinggi sangat memerlukan kompetensi yang mumpuni dari para aparatur di lapangan.

"Kinerja dan kompetensi ASN saat ini dikelola dengan sistem manajemen talenta yang puncaknya adalah membentuk Anda semua menjadi 'talenta bintang'. Untuk mencapai level tersebut, Anda harus memiliki standar potensi diri yang tinggi, semangat mengembangkan kecerdasan intelektual dan emosional, serta memiliki inisiatif dan prakarsa yang tinggi dalam bekerja," tegas Sugeng di hadapan para peserta latsar. Kompetensi yang dimaksud tersebut mencakup empat aspek utama, yakni kompetensi pemerintahan, manajerial, teknis, dan sosio-kultural.

Pada bagian akhir arahannya, Kepala BPSDM Kemendagri menegaskan bahwa proses pelatihan ini tidak boleh sekadar menjadi formalitas, melainkan harus mampu menunjukkan outcome positif bagi pribadi peserta maupun institusi asal mereka. Beliau menaruh harapan besar bahwa kolaborasi antara implementasi manajemen talenta yang baik dan pelatihan yang berorientasi pada hasil nyata ini akan bermuara pada peningkatan kualitas kinerja pelayanan publik bagi seluruh lapisan masyarakat.