Print this page

BUMI SEGANTI SETUNGGUAN: Pelatihan Evaluasi SAKIP Resmi Dibuka, Dorong Kolaborasi dan Budaya Kinerja Berbasis Data

By
Rate this item
(0 votes)

(press release)BUKITTINGGI – Mewakili Kepala BPSDM Kementerian Dalam Negeri, Kepala Bagian Tata Usaha, Shohibul Azmi Riva'i, resmi membuka Pelatihan Evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) pada Senin, 13 Juli 2026, di Kampus Balai Besar Pengembangan Kompetensi Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri I, Bukittinggi. Pembukaan diawali dengan laporan penyelenggaraan oleh Perwakilan Tim Pengembangan Kompetensi, Eka Saputra, yang menegaskan bahwa tujuan utama pelatihan ini adalah untuk membangun kompetensi teknis aparatur dalam melakukan evaluasi SAKIP secara komprehensif. Upaya ini dirancang agar instansi mampu menghasilkan data kinerja yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan melalui kolaborasi lintas sektor, karena data yang baik hanya lahir dari sumber daya manusia (SDM) yang kompeten dan saling bersinergi.

Dalam amanatnya, Shohibul menyampaikan pesan utama "Bumi Seganti Setungguan" sebagai fondasi semangat persatuan, gotong royong, dan kolaborasi yang kuat dalam menjalankan roda pemerintahan. Beliau menegaskan bahwa akuntabilitas kinerja adalah amanah besar yang harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat, bukan sekadar pemenuhan kewajiban administratif semata. "Evaluasi kinerja yang berkualitas tinggi mutlak diperlukan untuk memastikan setiap program kerja berjalan optimal, objektif, dan berbasis pada data yang akurat di lapangan. Kita harus menanamkan semangat Bumi Seganti Setungguan agar setiap aparatur dapat berkolaborasi dan memiliki rasa tanggung jawab penuh dalam mengawal akuntabilitas ini," ujar Shohibul dalam arahannya.

Lebih lanjut, Shohibul menekankan pentingnya efisiensi melalui penentuan prioritas anggaran yang tepat sasaran demi menjawab tuntutan program yang berorientasi pada manfaat nyata (outcome). Keberhasilan instansi pemerintah saat ini tidak lagi diukur dari penyerapan anggaran secara mandiri, melainkan dari kualitas pelayanan publik hasil kolaborasi yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Oleh karena itu, seluruh aparatur dituntut untuk mengubah pola pikir, menghilangkan ego sektoral, dan menjadikan evaluasi SAKIP berbasis kolaborasi sebagai bagian dari identitas serta budaya kinerja organisasi yang melekat.

Menutup arahannya, Shohibul mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan momentum pelatihan ini sebagai wadah untuk terus belajar dan membangun jaringan kerja yang solid. Kolaborasi antar-aparatur sangat krusial dalam mengawal akuntabilitas demi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, dan tepercaya. Dengan semangat kebersamaan ini, pelatihan diharapkan mampu melahirkan para evaluator handal yang mengedepankan sinergi untuk membawa perubahan positif bagi instansi masing-masing.